Seorang ayah yang menduda gara-gara ditinggalkan istriya pergi bekerja di Malaysia, berkata kepada sahabatnya yang sama-sama menduda.
“Saya akan pergi ke Jawa, untuk beberapa lama. Kamu sudah saya anggap sebagai adikku sendiri. Jika nanti anakku memerlukan sesuatu tolong perhatikan, ya.”
“Tenang sajalah, Uda. Jangan terlalu dipikirkan. Selama ini, kita sudah seperti keluarga.”
“Ya, saya percaya, Kamu tak akan mengecewakan anakku”.
Enam bulan kemudian, ibu anak itu dideportasi dari Malaysia. Wanita itu kini terlihat lebih cantik. Anak itu berniat untuk tinggal bersama ibunya. Namun, sebelum berpisah dengan ayah angkatnya, ia memohon sambil berkata.
“Maukah, Apak menikahi ibu saya?”
Setelah mengingat-ingat pesan kawannya, bahwa ia tak boleh mengecewakannya, sepontan ia menjawab.
“Ya, apa boleh buat jika kamu yang meminta, Nak.”
Minggu, 12 Agustus 2007
Anggap saja anak sendiri
Diposting oleh
Sumatra.infocity@gmail.com
Hari
Minggu, Agustus 12, 2007
Label: CERMIN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar