Si Kempes namanya, seorang sopir tembak, kena tilang di perempatan lampu merah. Ia meluncur deras ketika lampu merah sudah menyala. Tiba-tiba saja, di seberang jalan seorang polisi lalu-lintas berkulit hitam mencegatnya.
“Priit, priiit!,” bunyi peluit memekik.
Ia mencoba menyogok dengan uang 30 ribu, namun polisi itu menggelengkan kepala.
“Masih kurang 10 lagi” katanya.
Supir yang naas itu pun disuruhnya untuk mengambil sisa uang sogoknya hingga genap menjadi 40 ribu.
Namun apa yang terjadi, si Kempes pergi memanggil dan mengutus mamaknya yang bekas mayor dan kebetulan tinggalnya dekat TKP, untuk menyelesaikan kasusnya.
“Bisa Ambo minta tolong, Nak…”
“Siap, Pak.” Jawab polisi yang pernah menjadi muridnya itu. Setelah sedikit ada perbincangan lalu sang polisi itu membungkuk-bungkuk.
“Ini STNK-nya, pak. Saya minta maaf, pak. Kami tidak tahu kalau ia kemenakan Bapak.
“Matilah, kau. Indak dapek apo-apo”, upat si Kempes yang memantau dari ujung seberang jalan.
Minggu, 12 Agustus 2007
3+1=0 (masa iya...?)
Diposting oleh
Sumatra.infocity@gmail.com
Hari
Minggu, Agustus 12, 2007
Label: CERMIN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar