Minggu, 12 Agustus 2007

Lain lubuk lain ikannya

Seorang peneliti binatang dari Belanda yang pernah belajar bahasa Indonesia. Menemukan satu ungkapan dalam bahasa Minang yang berbunyi ‘Lain lalang lain belalang, lain lubuk lain ikannya’,. Karena merasa tertantang ia sengaja pergi ke Padang untuk mencari belalang dan ikan yang menurutnya tiap tempat berbeda-beda.
Lalu, bertanya kepada sopir taksi.
“Apakah disini ada lubuk, you tahu?”
“Lubuk Buaya, Tuan?”
“Ya, ya, lubuk buaya juga boleh”
Lalu sopir taksi membawanya ke daerah Lubuk Buaya. Orang bule itu minta berhenti di dekat sungai.
“Di sini lubuk buaya?”
“Ya, benar. Sudah sampai”
Lalu ia turun dan berjalan menelusuri sungai itu. Ketika berhenti di dekat air terjun ia sangat terpesona menyaksikan buaya-buaya sedang mandi, ada juga yang sedang duduk di atas batu”
“Wonderful, cantik-cantik buayanya. Buaya di sini berbeda, benar-benar mirip manusia”.

Tidak ada komentar: