Minggu, 12 Agustus 2007

Bukan istri ke dua

Di sebuah penginapan yang cukup tenang, seorang pejabat yang baru saja naik daun kepergok sedang bermesraan dengan seorang wanita. Saat itu, kebetulan ada seorang wartawan yang sedang bertugas di daerah tersebut.
“Selamat, Pak. Sekarang Bapak sudah berhasil.”
Wartawan itu menyalami seorang pejabat pusat yang tidak begitu dikenal oleh warga asalnya. Lalu, sambungnya.
“Ini ibuk, Pak?. Selamat ya, Buk.”
Selama kurang lebih satu jam mereka berdiskusi tentang otonomi daerah.
Beberapa hari kemudian, sehabis upacara ‘Batagak Panghulu’ di daerah asalnya, para wartawan langsung mendekati seorang datuk yang baru saja dinobatkan itu.
“Bagaimana perasaan Bapak saat ini, Pak?
“Saya dan seluruh keluarga merasa senang. Tak terkecuali istri saya ini”
“Ini, istri…Bapak, Pak?”. Tanya salah seorang wartawan.
“Ya!”, dijawab dengan pasti.
“Lalu…, yang dulu itu siapa?”
“Dulu yang mana?. Saudara ini kerjanya nge-gosip saja”.

Tidak ada komentar: