Di sebuah kedai nasi di depan gedung DPRD, dua orang ibu-ibu muda sedang mengobrol tentang kegiatan demo yang baru saja dilakukannya.
“Payah sekali, masa tak ada yang mendengar aspirasi kita!”
“Yah, mana lapar lagi, masa cuma dapat satu gelas Aqua. Mana harus ngangkat-ngangkat spanduk lagi.”
“Sebenarnya, saya tak tertarik berdemo-demo, tapi karena menyang-kut nasib anak-anak kita, ya saya jadi mau.”, kata temannya.
“Masalahnya bukan itu, ibu-ibu”, sela ibu tua pedagang nasi itu.
“Tadi pagi guru-guru sekolah berdemo minta kenaikan gaji, sekarang para orang tua siswa berdemo minta penurunan biaya sekolah. Nah, yang satu minta naik yang lain minta turun, Lalu, uang siapa yang rela dipakai untuk menutupi biaya pendidikan?. Tentu, para anggota dewan jadi pening?”
“Betul juga, kata Amak, tuh!”, balas ibuk yang satu lagi sedikit polos.
Minggu, 12 Agustus 2007
Pedagang nasi yang intelek
Diposting oleh
Sumatra.infocity@gmail.com
Hari
Minggu, Agustus 12, 2007
Label: CERMIN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar