Minggu, 12 Agustus 2007

Menghindari kutukan roh Malin

Dahulu kala, di suatu ias g di daerah pesisir selatan ada seorang pemuda yatim bernama Malin. Karena dirantau gagal, ia pulang kampung dan bermaksud mau menikahi pacarnya yang sudah lama menunggu-nunggu. Karena tak punya biaya terpaksa ia menjual seluruh harta emaknya.
Setelah menikah si Malin jadi sukses, namun ia lupa pada emaknya. Pendek cerita, karena jadi anak durhaka ia kena kutukan emaknya sehingga menjadi batu.
Karena matinya penasaran, roh si Malin suka mengganggu dan merasuk ke dalam tubuh calon marapulai. Sehingga, sejak saat itu banyak kejadian aneh-aneh yang sering menimpa calon marapulai (pengantin pria).
Untuk menghindari kutukan-kutukan si Malin para pemuda di sana biasanya secara suka rela berkumpul pada malam-malam menjelang dan sehabis pernikahan dengan mengadakan pesta judi dan mabuk-mabukkan, hal ini dilakukan sesuai dengan kebiasaan si Malin waktu ia masih hidup.

Tidak ada komentar: