Sabtu, 18 Agustus 2007

Maklumat untuk Pak Oemar

Setelah menjalani masa peniun sebagai guru SMU, dengan prestasinya yang gemilang itu Pak Oemar mencoba melamar sebagai dosen honorer di sebuah perguruan tinggi swasta. Mengingat golongannya yang memenuhi persyaratan ia diterima sebagai dosen di sana.
Hari pertama, ia langsung dihadang oleh seorang mahasiswa yang matanya merah dan mulutnya bau alkohol. Mahasiswa itu tiba-tiba muncul sempoyongan dari sudut WC sambil berteriak,
“Sore Pak. Ha, ha, Inilah jurus kunfuku”. Ia mengayun-ayunkan tangannya. Sementara kakinya melangkah maju tak teratur.
Pak Oemar berfikir, apakah ia mahasiswa atau preman yang nyasar masuk kampus. Mahasiswa itu menyapa dengan cemoohan.
“Bapak tak perlu pusing, karena kamilah yang menggaji Bapak.”

Tidak ada komentar: