Sabtu, 18 Agustus 2007

Sama sama tak puas

Ini kisah tentang seorang sopir yang agak pelit menikahi seorang janda. Perkawinan ini baginya merupakan yang kedua kalinya.
Istrinya yang kedua itu rupanya suka tidur cepat dan pulas. Semula ia menganggap hal ini bukan suatu masalah dan ia berkeyakinan istrinya akan segera berubah kembali.
Minggu-minggu pertama keadaan-nya memang berjalan mulus, tetapi kemudian setiap kali ia meminta sesuatu kepada istrinya ia suka mendesaknya supaya mau berjanji untuk membelikan sesuatu sesuai dengan permintaannya.
“Kalau begini terus sebaiknya aku tinggal di tempat istri pertamaku”. Ia mengeluh. Diceritakakannya, bahwa setiap pulang menyupir angkot ia biasa dilayani istrinya, meskipun tak selalu memberi uang belanja.
“Kalau begini terus aku pun merasa tak betah. Suamiku dulu tidak pelit, selalu membawa sesuatu tanpa harus diminta”. Kritik istrinya.

Tidak ada komentar: