Di suatu kampung di daerah Panti Pasaman, tinggal seorang preman bodoh yang suka membuat kekacauan warga. Tak seorangpun yang berani menolaknya jika ia memungut uang ‘keamanan’.
Suatu hari karena ia menganiaya seorang pemuda, ia ditahan di Polsek selama satu bulan. Sehabis masa tahanan, ia singgah di sebuah kedai untuk meminta uang. Tetapi, karena orang kedai itu punya seorang anak laki-laki yang baru pulang merantau, ia berusaha menolaknya.
“Lihat, pemuda yang duduk disana.”
“Ya, memangnya kenapa!?”
“Kini kami sudah punya keamanan baru. Jadi, jika ada pengacau di daerah sini pasti akan segera diusirnya.
“Ah, aku tak percaya. Aku akan ke sana, biar dia tahu siapa aku?”
Preman itu berusaha mendekati pemuda yang tubuhnya tidak begitu besar itu. Orang kedai berusaha meyakinkannya dengan berkata.
“Kalau kau tidak percaya, ikuti dia.”
Lalu, katanya agar tak ada orang yang dendam padanya setelah peristiwa penganiayaan itu ia dianjurkan untuk membawa sebuah golok. Lalu, pak kedai menyuruh anaknya untuk mengelilingi kampung itu diikuti oleh preman tersebut. Setelah mereka pulang preman itu ditanya.
“Apa yang kamu saksikan sepangjang perjalanan tadi.” Tanya pak kedai.
“Ya, aku lihat orang-orang pada takut dan berusaha menghindarinya.” Preman itu menuturkan kisahnya.
“Kini, kau harus segera meninggalkan kampung ini, sebelum ia tahu siapa kamu sebenarnya.
Sabtu, 18 Agustus 2007
Orang bagak baru
Diposting oleh
Sumatra.infocity@gmail.com
Hari
Sabtu, Agustus 18, 2007
Label: CERMIN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar