Panas, berhimpit-himpitan, musik mengalun dengan kerasnya. Diskotikku meluncur membelah terik matahari siang. Dengan karung terigu di tangannya Pak tua berteriak-teriak sambil membalikkan badan dan menyelip di antara himpitan manusia menuju pintu belakang belakang.
“Siko cie, siko cie” (di sini berhenti!).
Pak tua berteriak sambil batuk-batuk. Diskotikku berhenti bukan pada tempatnya.
“Pakak mah!”. (budeg kamu, ya) Ia mengupat.
“Bukan supirnyo nan pakak, Gaek. Musiknyo tu nan kareh.” (Musiknya terlalu keras) Celoteh seorang pemuda gondrong.
Pak tua turun sempoyongan, lalu menginjakkan kakinya di trotoar yang berlumpur karena sedang ada proyek penggalian kabel.
Sabtu, 18 Agustus 2007
Lajulah diskotikku
Diposting oleh
Sumatra.infocity@gmail.com
Hari
Sabtu, Agustus 18, 2007
Label: Catatan Orang Gila
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar