Sabtu, 18 Agustus 2007

Kalau ustad jangan membual

Di suatu kampung kecil di daerah Solok terkenal ada seorang pemuda yang pandai membual. Karena tak ada lagi orang yang belum ia dikerjain, ia pergi menemui seorang ustad.
“Ustad, coba ingat-ingat; siapa lagi orang yang belum aku kerjain.”
“Aku tidak tahu, Nak. Sehari-hari aku hanya memikirkan nasib rakyat kecil. Aku baru saja melihat ada sekelompok anak yang sedang makan daging ayam yang sudah mati.”
“Di mana itu, Ustad?”
“Di lapangan mushola, sana?”
Pemuda itu pun segera pergi ke lapangan itu. Tetapi, tak ada orang yang sedang makan daging ayam mati, kecuali tukang sate Madura. Besoknya ia sengaja mencegat ustad itu di depan gerbang mushola.
“Ustad. Kenapa ustad membual?’.
“Aku tidak membual. Bukankah kamu lihat anak-anak di depan tukang sate?. Apa yang mereka lakukan, coba?”.
“Hemm. Betul juga kata ustad. Wah, Rupanya aku yang dikerjain…”

Tidak ada komentar: