Jumat, 17 Agustus 2007

Jalan yang lurus jangan diabaikan

Pernah ada seorang pegawai negeri rendahan dari luar daerah yang pindah karena ikut suami, bertanya; mengapa orang-orang di sini suka sekali memakai kata simpang?. Disebutkannya beberapa nama toko, rumah makan, hotel, dan sebagainya yang diawali kata simpang.
“Karena di setiap persimpangan itu banyak orang suka berkumpul.” Jawab seorang bapak yang sudah cukup umur.
“Karena kalau kita lewat jalan simpang bisa lebih cepat.”. jawab seorang pemuda. Bermacam-macam jawaban didapatkannya, tapi tak ada satupun yang dapat meyakinkannya.
“Kalau begitu mengapa orang-orang kurang suka melalui jalan yang lurus?”. karyawati muda itu bertanya lagi.
“Karena terlalu banyak lampu merahnya, sehingga lama sekali sampai di tujuan.” Jawab pemuda tadi.
“Oo, begitu.” Jawaban itu mengingatkan pada nasib dirinya dan beberapa kejadian yang pernah dialaminya selama mengurus penempatan kerjanya.

Tidak ada komentar: